Apa itu vaksin, bagaimana efeknya?

Apa itu vaksin merah putih bio farma,bagaiman efek dari vaksin pertama dan kedua?Tahukah anda apa itu vaksin? Apa itu imunisasi? Yang perlu kita fahami adalah bahwa dua kata yang berbeda di atas mempunyai tujuan yang sama.

Intinya meningkatkan imun tubuh agar tidak mudah terkena sebuah penyakin tertentu yang di maksud dari sebuah kegiatan vaksinasi ataupun imunisasi.

Selain antibiotika, imunisasi adalah penemuan terbesar dalam dunia kedokteran. Berkat antibiotika dan imunisasi, ratusan ribu jiwa terselamatkan dari menderita infeksi yang dapat mengakibatkan kecacatan ataupun kematian.

Tapi yang lebih istimewa dari imunisasi dibandingkan dengan antibiotika adalah imunisasi mencegah terjadinya infeksi pada seseorang yang masih sehat sedangkan antibiotika mengobati ketika seseorang telah menderita infeksi.

APA YANG DIMAKSUD IMUNISASI?

Imunisasi adalah suatu proses untuk membuat sistem pertahanan tubuh kebal terhadap invasi mikroorganisme (bakteri dan virus) yang dapat menyebabkan infeksi sebelum mikroorganisme tersebut memiliki kesempatan untuk menyerang tubuh kita.

Dengan imunisasi, tubuh kita akan terlindung dari infeksi begitu pula orang lain karena tidak tertular dari kita. Oleh karena itu imunisasi harus dilakukan oleh semua orang (pengecualian pada kelompok orang dengan keadaan-keadaan tertentu) agar pada akhirnya nanti infeksi dapat musnah dari muka bumi.

BAGAIMANA IMUNISASI BEKERJA MELAWAN PENYAKIT?

Imunisasi bekerja dengan cara merangsang pembentukan antibodi terhadap mikroorganisme tertentu tanpa menyebabkan seseorang sakit terlebih dahulu.

Vaksinasi, zat yang digunakan untuk membentuk imunitas tubuh, terbuat dari mikroorganisme ataupun bagian dari mikroorganisme penyebab infeksi yang telah dimatikan atau dilemahkan, sehingga tidak akan membuat penderita jatuh sakit.

Vaksin kemudian dimasukan kedalah tubuh yang biasanya melalui suntikan. Sistem pertahanan tubuh kemudian akan bereaksi terhadap vaksin yang dimasukan ke dalam tubuh tersebut sama seperti apabila mikroorganisme menyerang tubuh dengan cara membentuk antibodi. Antibodi kemudian akan membunuh vaksin tersebut layaknya membunuh mikroorganisme yang menyerang tubuh.

Kemudian antibodi akan terus berada di peredaran darah membentuk imunitas. Ketika suatu saat tubuh diserang oleh mikororganisme yang sama dengan yang terdapat di dalam vaksin, maka antibodi akan melindungi tubuh dan mencegah terjadinya infeksi.

APA SAJA PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI?

vaksin adalah

Hingga saat ini terdapat 10 jenis vaksinasi yang dapat mencegah terjadinya infeksi pada anak, yaitu;

polio,

campak,

gondongan,

rubella (campak Jerman),

difteria,

tetanus,

batuk rejan (Pertusis),

meningitis,

cacar air,

hepatitis B.

Sedangkan terdapat 3 jenis vaksinasi yang dapat diberikan pada kelompok anak-anak ataupun dewasa  dengan risiko tinggi menderita infeksi, yaitu;

hepatitis A,

flu (Influenza),

pneumonia

APA YANG TERJADI JIKA SEORANG SESORANG TIDAK DI VAKSIN?

Secara garis besar, ada 2 kemungkinan;

Pertama,  jika anak tidak pernah terpapar dengan mikroorganisme penyebab infeksi, maka tidak akan terjadi apa-apa, anak akan tumbuh sehat.

Kedua,  jika anak terpapar dengan mikroorganisme penyebab infeksi, kemungkinan anak akan menderita penyakit atau tidak tergantung bagaimana kekebalan tubuhnya apakah dapat melawan mikroorganisme tersebut atau tidak.

Anak dapat sakit ringan saja dan hanya perlu beristirahat dirumah, ataupun gejalanya cukup berat hingga harus dirawat di rumah sakit, ataupun dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

Selain itu, dengan“membawa” mikrooragisme dalam tubuhnya, ia dapat menularkan penyakit ke orang lain di sekitarnya yang juga tidak memiliki perlindungan terhadap mikroorganisme tersebut dan pada akhirnya dapat menimbulkan epidemi dengan begitu banyak penderita yang sakit hingga meninggal.

KAPAN IMUNISASI HARUS DILAKUKAN?

efek vaksin

Seorang anak harus mendapatkan suntikan pertama sebelum berumur 2 bulan dan kemudian mendapatkan 4 atau lebih suntikan berikutnya sebelum berusia 2 tahun. Beberapa vaksinasi harus dilakukan suntikan booster (suntikan penguat) pada tahun- tahun berikutnya hingga anak belajar di sekolah dasar.

KENAPA VAKSINASI HARUS DIBERIKAN BEGITU DINI PADA ANAK?

Vaksin diberikan pada usia sangat dini karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi biasanya menyerang anak pada awal kehidupannya ataupun memberikan gejala yang berat, menimbulkan berbagai komplikasi, hingga mengancam jiwa jika diderita anak-anak tersebut.

Waktu pemberian vaksinasi juga disesuaikan dengan pola penyakit yang biasanya menyerang anak pada usia tertentu, sehingga imunisasi akan melindungi anak lebih awal sebelum penyakit tersebut memiliki kesempatan menyerang tubuh anak.

BUKTI KEBERHASILAN IMUNISASI

Pada tahun 1977, setelah berkampanye selama 1 dekade, melibatkan 33 negara, cacar berhasil dieradikasi di seluruh dunia. Polio yang disebabkan oleh virus liar telah berhasil dieradikasi di belahan dunia Barat; tingkat vaksinasi anak-anak di Amerika Serikat selalu tinggi; dan penyakit serta kematian akibat difteri, pertusis, tetanus, campak, gondongan (mumps), rubela, dan HiB rendah.

BAGAIMANA JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI?

Jadwal imunisasi untuk tiap-tiap negara berbeda disesuaikan dengan pola penyakit yang ada serta ketersediaan vaksin. Selain itu, karena faktor biaya, di Indonesia imunisasi dibagi menajdi 2 kelompok.

Kelompok pertama adalah imunisasi yang diwajibkan sehingga tersedia hingga di Puskesmas dan Posyandu dengan harga yang cukup terjangkau, sedangkan kelompok kedua adalah imunisasi yang dianjurkan, biasanya hanya tersedia di rumah sakit ataupun praktek dokter spesialis anak dengan harga yang cukup mahal.

(Jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia terlampir di sini)

apa itu vaksin

JIKA SEORANG ANAK TERLAMBAT MENDAPATKAN IMUNISASI, APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Jika anak belum mendapatkan imunisasi sama sekali, segeralah rencanakan untuk memulai pemberian imunisasi. Tenaga medis akan memberikan vaksinasi sesuai umur anak saat ini, yang jadwalnya biasanya berbeda dengan jadwal anak yang mendapat imunisasi  sesuai dengan ketentuan umur.

Pemberian yang terlambat tidak akan mengurangi efektivitas vaksinansi untuk membentuk imunitas tubuh, hanya saja anak tidak mendapatkan perlindungan terhadap penyakit infeksi sedini mungkin.

Begitu pula apabila anak tidak lengkap mendapatkan vaksinasi, segeralah lengkapi sesuai jadwal tanpa harus memulainya dari awal lagi.

APAKAH SUNTIKAN VAKSINASI AMAN?

Suntikan vaksinasi sangat aman, tapi tidak selalu 100%. Seperti obat-obatan lainnya vaksinasi dapat menyebabkan beberapa reaksi yang biasanya ringan seperti nyeri lengan pada tempat suntikan dan demam dengan suhu tidak terlalu tinggi.

Namun, reaksi yang berat dapat terjadi, tapi sangat jarang sekali (1 diantara 1 juta suntikan), misalnya reaksi alergi yang begitu hebat terhadap komponen zat-zat yang terdapat dalam vaksin.

Meskipun begitu, yang harus selalu diingat adalah menderita penyakit-penyakit yang dapat dicegah jauh lebih berbahaya daripada kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi akibat suntikan vaksinasi.

SIAPA SAJA YANG TIDAK BOLEH DISUNTIK?

Seperti dikatakan di atas, vaksinasi pada umumnya adalah aman dan manfaat imunisasi jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan komplikasi yang mungkin terjadi, namun ada beberapa keadaan khusus yang membuat anak-anak atau dewasa tidak boleh diimunisasi. Keadaan ini kita sebut indikasi kontra. Indikasi kontra imunisasi adalah:

Secara umum (berlaku untuk semua vaksin)

alergi terhadap vaksin (setelah vaksinasi pertama timbul reaksi alergi, bahkan sampai syok),

alergi terhadap zat lain yang terdapat di dalam vaksin (antibiotika yang terdapat di dalam vaksin, pengawet , dll),

sakit sedang atau berat, dengan atau tanpa demam (sakit akut ringan dengan atau tanpa demam bukan indikasi kontra imunisasi)

Secara khusus (untuk beberapa vaksin)

Imunodefisiensi (keganasan darah atau tumor padat, imunodefisiensi kongenital, terapi dengan obat-obatan yang menurunkan daya tahan tubuh seperti kortikosteroid (prednisone, metal prednisolon) jangka panjang.–> imunisasi polio oral, MMR, varisela

Infeksi HIV (polio oral dan varisela) atau kontak HIV serumah (polio oral)

Imunodefisiensi (gangguan kekebalan tubuh) penghuni rumah à polio oral

Kehamilan -> MMR, Varisela (tapi bila ibunya yang hamil, tidak apa-apa bila anaknya diimunisasi)

daftar vaksin online

PEMAHAMAN YANG SALAH

Saat ini banyak orangtua yang enggan melakukankan imunisasi karena berbagai informasi yang beredar di masyarakat mengenai efek samping vaksinasi yang dapat terjadi, misalnya vaksinasi MMR menyebabkan autisme, beberapa vaksinasi menyebabkan sindroma kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome), kadar thimerosal (zat pengawet) yang terdapat dalam vaksin begitu tinggi sehingga bisa menyebabkan keracunan merkuri, dan lain sebagainya.

Informasi-informasi tersebut menyebabkan penurunan drastis jumlah bayi-bayi yang mendapatkan imunisasi dan secara langsung menyebabkan jumlah penderita infeksi kembali meningkat. Ternyata pendapat-pendapat tersebut tidak berdasarkan bukti-bukti ilmiah, hanya berupa dugaan belaka.

Berbagai penelitian yang telah dilakukan tidak menemukan hubungan secara langsung kejadian-kejadian tersebut dengan pemberian vaksinasi. Selain itu, berbagai teknologi terus dikembangkan untuk membuat vaksin yang lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Sekali lagi harus diingat bahwa setiap tindakan yang dilakukan manusia selalu ada risikonya namun janganlah hanya mengkhawatirkankan risiko yang mungkin terjadi dari suatu tindakan yang akan dilakukan tanpa mempertimbangkan manfaat yang akan didapat.

Jelas-jelas manfaat pemberian imunisasi jauh lebih besar dari kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi.

Ternyata, begitu banyak manfaat yang didapat dari pemberian imunisasi. Imunisasi merupakan tanda cinta dan perwujudan rasa tanggung jawab untuk melindungi anak. Karena itu, tidak ada lagi keragu-raguan untuk tidak memberikan imunisasi.

Imunisasi tidak hanya melindungi individu dari serangan penyakit, tapi juga melindungi komunitas! Untuk itu ajaklah anak tetangga, anak tukang kebun, anak pak hansip, dan semua anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi untuk segera melakukan imunisasi.

Tinggalkan Balasan